Follow by Email

Menurut kalian blog Youni itu gimana?

Kamis, Mei 19, 2011

Analisis Gerakan Pada Bola Basket

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Teknik dasar permainan bola basket
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat
Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
Teknik Jump Shoot



Ketika mencapai titik maksimum saat jumping,lalu melakukan shoot dengan mendorong bola oleh pergelangan tangan.Pada saat melakukan jumping dan menahan loncatan di udara harus mempertahankan keseimbangan sehingga dapat melakukan shoot dengan stabil.

Untuk melakukan lompat tinggi,dengan menekuk kaki ke belakang,semakin menekuk kaki semakin tinggi bisa melompat.Tapi jika lipatan kaki terlalu menekuk pun tak bisa mengeluarkan tenaga.

Kalau masih tak masuk tinggal mengatur tenaga arah vertikal dan horizontalnya.
B.SUSUNAN OTOT DAN MACAM-MACAM GERAKAN PADA JUMPSHOOT BOLA BASKET
1. Cara Memegang Bola
Tangan memegang lembing dengan lengan ditekuk di atas kepala
• sendi:
• Articulatio Intercarpea
• Articulatio Carpometacarpea II – V
• Articulatio Carpometacarpea I
• Articulatio Metacarpo Phalangea
Sendi ini menghubungkan basisi phalange proximalis dengan ujung distal metacarpal yang sesuai
o Articulatio Inter Phalangea
Sendi antara dua phalanx yang berdekatan sehingga ada articulation interphalangea proximalis dan distalis. Jadi hanya ada gerak flexi dan extensi.
o Articulatio Humeri
Merupakan persendian antara cingulum extremitatum superior dan lengan atas atau juga disebut juga sendi bahu. Sendi ini dibentuk oleh cavitas glenoidalis scapulae dengan caput humeri
• otot:
• M. Bicep Brachii
O = caput longum : tuberositas supraglenoidalis
Caput breve : procesus coracoideus scapulae
I = tuberositas radii
• M. Coracobrachialis
O = processus coracoideus
I = pertengahan humerus
• M. Supraspinatus
O = fossa supraspinata scapulae
I = tuberculum majus humeri bagian atas
• M. Brachialis
O = pertengahan humerus, mencakup insersi m.deltoideus
I = tuberositas ulnae
• jenis pengungkit ke 3
Gaya ini terletak antara beban dan sumbu putaran

• gerakan flexi
Lengan bawah ( antebrachium ) memperkecil sudut dan mendekati lengan bahu ( brachium )
• bidang sagital
• sumbu frontal
2. Gerakan tangan saat melempar bola
• sendi:
1. Articulatio sternoclavicularis
2. Articulatio acromiolclavicularis
3. Articulatio humeri
4. Articulatio cubiti
5. Articulatio radiocarpea
6. Articulatio interphalangea
• otot:
• M. Deltoideus
O = Extrimitas acromialls clavikulae, acromion
I = tuberositas deltoidea humeri
• M. Suprassinatus
O = Fossa suprassinata scapulae
I = Tuberculum majus humeri bagian atas
• M. Infraspinatus
O = Fossa infraspinata scapulae
I = Tuberculum majus humeri bagian tengah
• M. Teres minor
O = Margo axillaries scapulae
I = Tuberculum majus humeri bagian bawah
• M. Terres major
O = Margo axillaries dan angulus inferior scapulae
I = Crista tuberculli minoris humeris
• M. Trisep bracii
O = Caput longung: tuberculum infraglenoidale
Caput mediale: facies posterior humerus
Caput laterale : facies posterior humerus
I = Olecranon
• M. Extensor indichis
O = Facies dorsalis ulnae
Membrana interosea antrebrachii
I = Aponeurosis dorsalis telunjuk
• M. Abductor policis brevis
O = Ligamen carpitransversum
Tuberositas ossis navicularis
Urat m. abductor pollicis longus
I = sisi lateral basis phalang proximal ibu jari
• M. Opponens policis
O= ligamen carpi transversum
Os. Trapesius
I= sisi lateral os. Metacarpale

• M. palmaris brevis
O = appo neurosis palmaris bagian medial
I= jringan bawah kulit di daerah hipoternal
• M. flexor digiti V brevis
O= hamulus bravis hamati
Lig. Carpi tranversum
I= bersama dengan m.abductor digiti V
• gerakan:gerakan lengan extensi,gerakan telapak tangan flexi
• sumbu: sagitale
• bidang: frontal
• pengungkit jenis ke 3
3. Gerakan kaki menekuk lutut sebelum melakukan lompatan
• sendi
• Art. Coxea
• Art. Genu
• Art. Talotartalis
• Art. Lumbalo sacralis
• otot
• M. Illiacus
O = Fossa illiaca
I = Trochanter Minor Femoris
• M. Gluteus Maximus
O = ala ossis ilium
Permukaan belakang os sacrum dan os coccygis
Lsacroiliaca posteriora
Ligamen sacrotuberosum
I = 2/3 bagian atas pada`tractus iliotibialis
1/3 bagian bawah pada tuberositas glutea femoris
• M. Gluteus Medius
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan lateral
• M. Gluteus Miniumus
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan depan
• M. Quadratus Femoris
O = Tuber isciadicum
I = Crista intertrochantericha femur
• Bicep Femoris
O = Caput longum : Tuber isciadicum
Caput Breve : Labium laterale linea asperae
I = Caput vibulae ( bagian terbesar)
Condilus lateralis tibiae ( bagian kecil)
• M. plantaris
O = Condilus lateralis femoris
I = Tuber calcane
• sumbu : sagitale
• bidang : frontal
• gerakan : flexi
• pengungkit ketiga
4. Gerakan kaki saat melompat
• sendi
• Art. Coxea
• Art. Genu
• Art. Talotartalis
• Art. Lumbalo sacralis
• otot
• M. Illiacus
O = Fossa illiaca
I = Trochanter Minor Femoris
• M. Gluteus Maximus
O = ala ossis ilium
Permukaan belakang os sacrum dan os coccygis
Lsacroiliaca posteriora
Ligamen sacrotuberosum
I = 2/3 bagian atas pada`tractus iliotibialis
1/3 bagian bawah pada tuberositas glutea femoris
• M. Gluteus Medius
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan lateral
• M. Gluteus Miniumus
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan depan
• M. Quadratus Femoris
O = Tuber isciadicum
I = Crista intertrochantericha femur
• Bicep Femoris
O = Caput longum : Tuber isciadicum
Caput Breve : Labium laterale linea asperae
I = Caput vibulae ( bagian terbesar)
Condilus lateralis tibiae ( bagian kecil)
• M. plantaris
O = Condilus lateralis femoris
I = Tuber calcane
• sumbu : sagitale
• bidang : frontal
• gerakan : lutut extensi gerakan tumit Plantar Flexion
• pengungkit ketiga
5. Gerakan kaki Kembali ketanah(Gerakan lanjutan)
• sendi
• Art. Coxea
• Art. Genu
• Art. Talotartalis
• Art. Lumbalo sacralis
• otot
• M. Illiacus
O = Fossa illiaca
I = Trochanter Minor Femoris
• M. Gluteus Maximus
O = ala ossis ilium
Permukaan belakang os sacrum dan os coccygis
Lsacroiliaca posteriora
Ligamen sacrotuberosum
I = 2/3 bagian atas pada`tractus iliotibialis
1/3 bagian bawah pada tuberositas glutea femoris
• M. Gluteus Medius
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan lateral
• M. Gluteus Miniumus
O = Alla osis illium
I = Trochanter Mayor permukaan depan
• M. Quadratus Femoris
O = Tuber isciadicum
I = Crista intertrochantericha femur
• Bicep Femoris
O = Caput longum : Tuber isciadicum
Caput Breve : Labium laterale linea asperae
I = Caput vibulae ( bagian terbesar)
Condilus lateralis tibiae ( bagian kecil)
• M. plantaris
O = Condilus lateralis femoris
I = Tuber calcane
• sumbu : sagitale
• bidang : frontal
• gerakan : lutut flexi gerakan tumit Extension
• pengungkit ketiga

Tidak ada komentar:

Share It